Halaman Depan
You have reach Shipping, Port and Maritime Environment Society Portal, if you need article translation in english please contact us
Best Viewed with Internet Explorer 7+ & Mozilla Firefox 2+
User Menu
Login Anggota
Kepengurusan M.A.P.P.E.L
Tentang Mappel
Pengurus
Forum Diskusi
Kegiatan Mappel
Subscribe This Page
Penumpang Pelni diproyeksikan naik 10%

Bisnis Indonesia, Sabtu/5 September 2009

JAKARTA : PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memproyeksikan mengangkut 671.972 penumpang selama lebaran tahun ini atau naik 10% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Direktur Utama Pelni Jussabella Sahea mengatakan proyeksi itu mengacu prediksi kenaikan arus penumpang angkutan laut selama lebaran 2009 akan mencapai 1,118 juta orang 

“Kami prediksi ada peningkatan jumlah penumpang Pelni sebesar 10% dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya dalam paparan Rencana Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2009 Kamis lalu.

Dia menyatakan Pelni mengoperasikan 28 kapal dengan kapasitas kursi 47.452 penumpang dengan 9.998 kursi merupakan dispensasi yang diberikan Departemen Perhubungan Jusabella memaparkan ke-28 kapal terdiri dari 12 unit tipe 2000 satu unit tipe 3000, sembilan unit tipe 1000 serta tiga unit tipe 500 dan tiga unit tipe RO-RO (Roll On Roll Off/feri), “Seluruh kapal telah menjalani proses docking sehingga siap dioperasikan pada lebaran tahun ini,” ujarnya.

Dia melanjutkan Pelni juga, membentuk tim pemantau angkutan lebaran 2009 dengan tugas memantau langsung kondisi operasional di seluruh pelabuhan yang disinggahi kapal milik BUMN itu.

Jussabella menambahkan pihaknya menjual tiket penumpang sejak 30 hari sebelum keberangkatan untuk memudahkan tiket kapal.

“Kami juga menjual tiket di 52 cabang Pelni sehingga secara online di seluruh Indonesia. Artinya cabang Pelni yang tak melayani kapal juga dapat menjual tiket kapal di cabang lain,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan pihaknya telah menerapkan system pemantauan 28 kapal secara realtime termasuk melengkapi kapal dengan layanan telekomunikasi bekerja sama dengan Telkomsel.

“Kami dapat melihat. Kalau tak banyak penumpang kami dapat alihkan kapal ke pelabuhan yang banyak penumpang,” Jussabella menegaskan pihaknya telah menyiapkan kapal pendamping di sejumlah pelabuhan padat yang siap dioperasikan jika kapal utama tak mampu mengangkut seluruh penumpang.

Dia mencontohkan selain telah menyiapkan KM Kelud dengan kapasitas 2.000 penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok pada 18 September, Pelni juga menyiapkan KM Dorolonda atau KM Lambelu jika terjadi lonjakan penumpang.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Dephub Sunaryo meminta Pelni tidak memaksa mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal yang diizinkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya meminta Pelni jangan memaksa kalau memang sudah penuh. Lebih baik siapkan kapal lain untuk menampungnya,” tegasnya.

Sunaryo juga meminta BUMN itu teliti menempatkan kapal cadangan di lokasi pelabuhan yang berpotensi terjadi ledakan jumlah penumpang seperti Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Tanjung Priok.