|
Bisnis Indonesia, Jum’at/4 September 2009 JAKARTA : Operator angkutan penyeberangan menyayangkan rencana pemerintah merealisasikan pembangunan jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera
‘Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pembangunan jembatan tersebut mengingat pululan kapal penyeberangan yang menyerap ribuan tenaga kerja masih mampu mengatasi pertumbuhan permintaan pemakai jasa di lintasan padat itu. Sekjen Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Luthfi Syarief menilai jembatan itu bukan progam yang patut menjadi prioritas pemerintah di tengah tingginya persoalan kemasyarakatan saat ini. Menurut dia, alasan peningkatan pelayanan dengan mempercepat arus transportasi antara Jawa dan Sumatera melalui jembatan kurang tepat karena kenyataannya angkutan Laut masih kuat melayani dan mengimbangi pertumbuhan permintaan penggun jasa. Dia menjelaskan peran kapal penyeberangan mampu memenuhi pertumbuhan permintaan layanan antara Jawa dan Sumatera itu. “ Kapal penyeberangan yang ada lebih dari siap untuk menggantikan jembatan itu,” katanya di sela-sela seminar bertema Pembangunan Infrastruktur Penghubung Jawa Sumatera, kemarin. Dalam seminar itu, Gapasdap mengusulkan agar pemerintah menggunakan pendekatan optimalisasi kapal feri dan infrastruktur pendukungnya mengingat operasional armada penyeberangan di lintasan tersebut masih bisa ditingkatkan. Pendekatan pembangunan infrastruktur baru berupa jembatan bakal mendorong operator angkutan penyeberangan hengkang ke lintasan lain, seperti yang terjadi di lintasan Ujung-Kamal, bahkan perusahaan feri terancam Gulung tikar. Dia mengingatkan penumpukan kendaraan di Merak atau Bakauheni bukan disebabkan oleh kekurangan armada, melainkan infrastruktur dermaga yang minim. “Saat ini saja, delapan kapal menganggur tiap hari akibat capacitas dermaga terbatas.” Direktur Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Dephub Wiratno mengatakan operador angkutan penyeberangan agar menghitung kembali investasi mereka di lintasan Merak-Bakauheni. Proyek jembatan tersebut, katanya kemungkinan akan dibangun sehingga pasti berimbas kepada bisnis penyeberangan di lintasan itu.”Sekarang papal penyeberangarang jangan khawatir dengan proyek itu karena operasinya masih `0-15 tahun lagi.” |